sebelumnya shabrina mau kasih tau, dalam cerita ini bakal berisi tentang pengalaman hidup, semangat hidup, cinta, dan hubungan antara manusia dengan tuhan. jadi stay tuned yaaaa.. happy reading :)
↭
Namaku Liona, pagi itu aku terbangun dengan sejuta rasa semangat. Disibak tirai jendela kamar asramaku, cuacanya mendung pertanda akan turun hujan. Hari ini adalah hari sabtu, hari pengumuman kelulusanku. Aku resmi lulus dari salah satu Madrasah Tsanawiyah berbasis asrama. Hatiku amat gemetar, bukan.. bukan karena angka berapa yang akan mengisi nilai ujian dalam surat kelulusanku, rasa ini seperti gembira yang teramat. ya, aku akan keluar dari gerbang asramaku. Ibu dan ayah telah berjanji setelah lulus, aku akan masuk SMA Negeri dikotaku tanpa harus jauh dari orang tuaku. Terlalu manja, begitu aku dengar cibiran teman-teman sekelas. Sejauh perjalanan hidupku, aku tak mengenal dekat kedua orangtuaku, mereka adalah pekerja keras, waktu mereka harus bisa terbagi antara dirumah dan dikantor. kadang aku menangis saat melihat teman-temanku bisa bencengkrama dengan waktu yang lama dengan kedua orang tua mereka, aku terlalu cemburu dengan hal itu, air mataku selalu mengalir saat aku melihat berjuta kebahagiaan teman-temanku bersama ayah dan ibunya. tapi aku harus kuat.. anak sulung perempuan harus punya bahu yang kuat untuk segala hal yang akan ia hadapi, sesulit apapun itu.
↭
Rintik hujan mulai turun saat aku sudah rapi dengan seragamku, aku bersiap dengan payungku. "yaaahh, payungnya rusak, hujan makin deras. gabisa berangkat kalo gini" umpatku karena sudah terlampau telat tapi terhalang oleh hujan. payungku rusak parah dengan beberapa bagian yang sobek sehingga tak bisa terpakai lagi. aku termenung, waktu pengumumannya pukul 08:00, sekarang sudah pukul 07:30, aku hanya punya waktu 30 menit untuk berangkat, belum lagi harus mencari alat yang bisa melindungiku dari hujan. akupun mencari kantong plastik, harap harap dapat sedikit melindungi dari tetesan hujan. aku berlari kecil menuju sekolah, khawatir takut jatuh, sudah basah kuyup, tak perlu pakai acara jatuh pikirku, akhirnya sampai dikelas dengan keadaan basah kuyup. semua mata terfokus padaku, gemuruh bisikan terdengar dari segala penjuru kelas. " bodoh!!! dekil sekali aku, dihari kelulusanku" lagi-lagi aku mengumpat.
aku termasuk siswi cerdas disekolah, berkali-kali dinobatkan sebagai bintang pelajar, sayangnya, tak semua orang menyukaiku, tak ada alasan pasti, tapi dalam pikiranku mungkin mereka iri padaku hihihi. Dalam hidupku, aku selalu berusaha melakukan yang tebaik, dianggap baik atau tidak, itu urusan mereka. Teringat satu kejadian, tak lama sebelum hari ini, ya tepatnya hari ujian nasionalku. aku mendapat bagian kursi paling depan dekat pintu keluar, susah sekali bagiku untuk memberikan jawaban yang teman-temanku minta. mungkin karena terlalu kesal, karena aku yang tak memberikannya jawaban, selepas ujian hari pertamaku berakhir, mereka mencegatku dalam kelas, dan mengambil semua alat tulisku lalu merusaknya. aku pikir, mereka terlalu jahat diumur yang masih sebatas biji jagung, hanya gara-gara tak mendapat jawaban mereka rela membuli orang lain, bagaimana nanti.
"Liona andini..... Liona andini...." panggil wali kelasku berkali kali, sibuk tenggelam dalam petualangan masa lampau, aku tak sadar ketika namaku dipanggil hihi "iya bu ada apa ?" jawabku, "lah ko ada apa ? sini maju kedepan, semester ini kamu dinobatkan menjadi bintang pelajar lagi" tutur wali kelasku. aku tersentak kaget, ku kira akan dimarahi karena melamun dikelas lagi, selain hobi tidur dikelas, aku juga hobi melamun hihihi.. aku maju kedepan dengan rasa malu yang teramat karena bajuku basah kuyup, tapi tak apa, ada satu hadiah yang akan aku bawa pulang hari ini, pasti ibu dan ayah akan senang, dan harapanku untuk masuk SMAN di kotaku akan terealisasikan.
pulang sekolah, aku bergegas mengemas barang-barangku. tak sabar ingin segera berbaring diatas kasur kamarku, menikmati dingin dan sepinya rumahku lagi. setelah mengemas baju-bajuku, aku berpamitan kepada semua pengurus dan teman-teman kamarku. perpisahan yang tak menyedihkan bagiku.
aku termasuk siswi cerdas disekolah, berkali-kali dinobatkan sebagai bintang pelajar, sayangnya, tak semua orang menyukaiku, tak ada alasan pasti, tapi dalam pikiranku mungkin mereka iri padaku hihihi. Dalam hidupku, aku selalu berusaha melakukan yang tebaik, dianggap baik atau tidak, itu urusan mereka. Teringat satu kejadian, tak lama sebelum hari ini, ya tepatnya hari ujian nasionalku. aku mendapat bagian kursi paling depan dekat pintu keluar, susah sekali bagiku untuk memberikan jawaban yang teman-temanku minta. mungkin karena terlalu kesal, karena aku yang tak memberikannya jawaban, selepas ujian hari pertamaku berakhir, mereka mencegatku dalam kelas, dan mengambil semua alat tulisku lalu merusaknya. aku pikir, mereka terlalu jahat diumur yang masih sebatas biji jagung, hanya gara-gara tak mendapat jawaban mereka rela membuli orang lain, bagaimana nanti.
"Liona andini..... Liona andini...." panggil wali kelasku berkali kali, sibuk tenggelam dalam petualangan masa lampau, aku tak sadar ketika namaku dipanggil hihi "iya bu ada apa ?" jawabku, "lah ko ada apa ? sini maju kedepan, semester ini kamu dinobatkan menjadi bintang pelajar lagi" tutur wali kelasku. aku tersentak kaget, ku kira akan dimarahi karena melamun dikelas lagi, selain hobi tidur dikelas, aku juga hobi melamun hihihi.. aku maju kedepan dengan rasa malu yang teramat karena bajuku basah kuyup, tapi tak apa, ada satu hadiah yang akan aku bawa pulang hari ini, pasti ibu dan ayah akan senang, dan harapanku untuk masuk SMAN di kotaku akan terealisasikan.
pulang sekolah, aku bergegas mengemas barang-barangku. tak sabar ingin segera berbaring diatas kasur kamarku, menikmati dingin dan sepinya rumahku lagi. setelah mengemas baju-bajuku, aku berpamitan kepada semua pengurus dan teman-teman kamarku. perpisahan yang tak menyedihkan bagiku.
↭
angin bertiup dengan lembut, akhirnya aku sampai di kampung halamanku lagi..
"ayaaaaahhhhhhh, ibuuuuuuuuuuu......" aku berteriak.. mereka pun langsung berhamburan keluar rumah.. "oh, kamu sudah pulang toh nak" lirih ayahku, akupun mencium tangan mereka sambil menyerahkan surat kelulusanku, dan ternyataa.....................
ceritanya lanjut nanti yaaaaaaa hihihiihihihii.... shabrina udah ngantuk nih, besok mau uts :) sampai jumpa di cerita selanjutnyaaaa.. salam hangat shabrina fitry annazmy:)
jangan lupa kritik dan saran yang membangun di shabrinafitryannazmy6@gmail.com dan instagram pribadiku @shabrinafitryannazmy
